Al-Miftah Pamekasan Madura
083964900 1582181378 shutterstock 1146835565

Hukum Beristinja’ dengan Tisu

Deskripsi Masalah

Sejalan dengan kemajuan teknologi, kini banyak gedung pertemuan umum menyediakan kertas tisu di toilet/ WC untuk mengusap dzakar setelah kencing.

Pertanyaan

Dapatkan kertas tisu tersebut dihukumi sebagai pengganti batu untuk istinja?

Jawaban

Kertas tisu tersebut dapat dijadikan pengganti batu untuk istinja’.

Dasar Pengambilan Hukum

a. Bughyah al-Mustarsyidin, 27

(فَائدةٌ) يجُوْزُ الاستِنْجَاء بِأَرَاقِ الْبَيَاضِ الخَالِيْ عَنْ ذِكْرِ الله كَمَا فى الكتاب الْإيْعَابِ. وَيَحْرُمُ الإسْتِجْمَارُ بِالْجُدْرَانِ المَوْقُوْفَةِ وَالمَمْلُوْكَةِ لِلْغَيْرِ
IMG 20240927 194928

(Faidah) Boleh istinja’ dengan kertas putih yang kosong dari tulisan dzikrullahnya, sebagaimana keterangan dalam al-/’ab, dan haram cebok dengan tembok yang diwakafkan dan milik orang lain. Demikian pendapat Ibn Qasim.

b. Al-Fiqh “ala al-Madzahib al-Arba’ah, 1/97:

IMG 20240927 191918

Kertas yang tidak layak ditulisi, maka boleh bercebok dengannya tanpa makruh. Yang makruh adalah cebok dengan benda berharga, bila hal tersebut menyebabkan rusak atau mengurangi harganya. Namun bila dengan membasuh atau mengeringkannya setelah dipakai cebok dapat mengembalikannya pada kondisi semula maka tidak makruh.