SDIT Salsabila 3

img20251225063918

Peristiwa Isra’ dan Mi‘raj bukan sekadar perjalanan fisik Rasulullah ﷺ, melainkan perjalanan ruhani yang penuh dengan rahasia ilahiah. Pada malam yang agung itu, Rasulullah ﷺ diperjalankan oleh Allah menembus lapisan langit, menyaksikan tanda-tanda kebesaran-Nya, dan menerima berbagai pelajaran yang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia biasa.

Dalam Kitab Durratun Nāshiḥīn halaman 85, diriwayatkan sebuah kisah yang terjadi khusus pada malam Mi‘raj, yang memperlihatkan kemuliaan suatu amalan yang sering dianggap ringan oleh manusia, namun sangat agung di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pada malam Mi‘raj beliau melihat sebuah sungai di surga:

 رَأَيْتُ لَيْلَةَ الْمِعْرَاجِ نَهْرًا مَلُؤُهُ أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ وَأَبْرَدُ مِنَ الثَّلْجِ وَأَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ

Sungai tersebut digambarkan dengan tiga sifat yang luar biasa:

lebih manis dari madu, lebih dingin dari es, dan lebih harum dari minyak kasturi. Ini bukan sekadar gambaran fisik, tetapi isyarat tentang kenikmatan surga yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia.

Dialog Rasulullah ﷺ dengan Malaikat Jibril

Keagungan pemandangan itu membuat Rasulullah ﷺ bertanya kepada Malaikat Jibril:

 فَقُلْتُ لِجِبْرَائِيلُ: يَا جِبْرَائِيلُ لِمَنْ هَذَا؟

“Wahai Jibril, untuk siapakah sungai ini?”

Malaikat Jibril menjawab:

 قَالَ لِمَنْ صَلَّى عَلَيْكَ فِي رَجَبَ

“Sungai ini diperuntukkan bagi orang-orang yang bershalawat kepadamu di bulan Rajab.”

Jawaban ini menunjukkan bahwa dalam perjalanan Mi‘raj—perjalanan paling mulia yang pernah dialami seorang manusia—Allah memperlihatkan balasan khusus bagi umat Nabi Muhammad ﷺ yang menghidupkan shalawat di bulan Rajab.

Mi‘raj: Bukan Hanya Perjalanan Nabi, tapi Pesan untuk Umat

Apa yang Rasulullah ﷺ saksikan dalam Mi‘raj bukan hanya untuk beliau, tetapi juga pesan pendidikan ruhani bagi umatnya. Jika shalat diwajibkan dalam Mi‘raj sebagai tiang agama, maka shalawat diperlihatkan balasannya sebagai tanda cinta umat kepada Nabinya.

Oleh karena itu, setelah menyampaikan kisah tersebut, Rasulullah ﷺ menutupnya dengan pesan langsung kepada umat:

 أَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَاسْتَغْفِرُوا مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَاجْتَنِبُوا الْمَعَاصِي فِي الشَّهْرِ الْحَرَامِ وَهُوَ رَجَبُ

“Kembalilah kalian kepada Tuhan kalian, mohonlah ampun atas dosa-dosa kalian, dan jauhilah maksiat di bulan haram, yaitu bulan Rajab.”

Pesan ini menegaskan bahwa hakikat Mi‘raj adalah naiknya kualitas iman dan akhlak, bukan sekadar kisah keajaiban.

Semoga Allah menjadikan kita bagian dari umat yang mendapatkan syafaat dan kenikmatan surga bersama Rasulullah ﷺ. Āmīn.